Pages

Showing posts with label Snack n Cakes. Show all posts
Showing posts with label Snack n Cakes. Show all posts

Sunday, April 8, 2018

Instagrammable Spring in the Southern Part of Korea


Spring is here and it is the best season in Korea to recolor my messy Instagram feed. So here is my best idea of a perfect Korean spring, inspired by my unhealthy Instagram obsession.


Jinhae
It is overrated for a solid reason: every corner of this tiny little town offer you perfect angles of cherry blossom. There is no bad time to come to Jinhae during the festival. I have been there at the start of the festival and in the past two years, I only come in the last two days of the cherry blossom season.


Greenish cherry blossom? No worries, still charming!

Those traveling blogs do not lie, the best spots are Gyeonghwa Station and Yeojwacheon Romance Bridge with a quick photo stop here and there while you are in the city.

Do not get turned off by the crowd of humans. Jinhae is simply beautiful and you can always skip the mainstream shots. I do not normally take pictures of the train in Gyeonghwa Station, because the queue is always toooo loooong. But I still got a great shot, gurl.

Gyeonghwa Station, without the train


Busan
If you are already coming all the way to Jinhae, you might as well add stop in Busan. Approximately 1 hour away from Jinhae and only 5100 won one-way by bus, you should definitely not miss the chance to snap more Instagrammable pictures in Busan.

Daejeo Eco Park
I got over my Gamcheon obsession (finally) and found a better flowery spot: the Daejeo Eco Park.
Getting here could be tricky, so you might as well just go right away after Jinhae since this place is only a short taxi ride away from Sasang Terminal (and there is nothing much around Sasang).

Uh mighty yellow field
This park is huuuuuge and they are all very yellow. No pun here.


Be careful of the very strong Busan wind. But seriously, a little freezing worth the fantastic pictures, no?

Forget all your complaints about the limited restaurant in Jinhae too, Busan will take care of your tummy. I can give you a list of different places to eat in Busan as a Muslim who does not eat meat. My top priority would be GAEMIJIP!

simply fresh octopus and shrimp
This restaurant in Seomyeon opens 24 hours so anytime you feel like craving for the freshest seafood with a kickass soup, come here. It looks plain and colorless in the beginning but waits until the lady mixes them up and create the magic red soup.

Gaemijip Octopus + Shrimp
Priced at 8000 per person for the octopus soup and 9000 for the octopus and shrimp, I guarantee all seafood lovers will lick the last bite of it!

Another Muslim-friendly must-try item is the mighty hotteok! Find the longest queue at BIFF Square, or look for Ajusshi Hotteok if you can read Hangeul. Currently priced at 1300 won per pcs, it is certainly not the cheapest hotteok in Korea (compared to Jinhae 2000 for 3 pcs). BUT THIS WILL MAKE YOU DROOL AND CRAVE FOR MOREEEEE. Literally.

the king of all hotteok
So please make your way to the southern part of South Korea next spring and make all your Instagram followers obsessed over the beautiful Jinhae cherry blossom and drooling Busan foods! The whole itinerary is doable within a day but you can definitely chill and eat more food if you stay for a night in Busan.

Do not wait any longer, start your WOW KOREA trip ASAP!

Wednesday, January 20, 2016

Gentle Lady Cupcake Sinchon



Finding decent cake is quiet a hard task in Seoul. There are many cake shops around but normally they only offer normal cake with 'exclusive' price.

I found Gentle Lady Cupcake shop by chance in Sinchon, near Sogang University and Sinchon Rotary.

They have a very good ambience, good price and free infused water.


My favorite is Red Velvet. The frosting was super good! It was served cold and the sweetness level was just right. I really want to taste their Lemon and Oreo but haven't got the chance to drop by again :(

I have been there twice at night and I think their business time is very convenient since they open until 11 PM. They offer free wifi too. Good choice for a date or light study :)



Check this address for location in Sinchon
서울시 마포구 대흥동 105-2

They have several branches in Seoul and other cities in Korea. Check their website for more information at http://www.gentleladycupcake.com/

서울시 마포구 대흥동 105-2서울시 마포구 대흥동 105-2서울시 마포구 대흥동 105-2

Thursday, December 24, 2015

Martabak Pandega, Must Try Yogya


Out of so many interesting foods that I tried in Yogya, I would strongly recommend Martabak Premium Pandega.

Gue udah sering liat hype martabak warna warni di Path dan Instagram dan gue punya hipotesis bahwa Martabak yang Instagrammable itu antara cantik tapi rasanya aneh biasa banget, atau cantik dan too good to be true. Yang cantik tapi biasa itu adalah pengalaman dan testimoni dari SNS sedangkan hipotesis kedua diambil karena ada temen-temen gue yang bolak-balik ke tempat yang sama. Berarti gak kapok dong?

Anyway, gue gak pernah gak kenyang di Yogya tapi gue tetep maksain buat beli martabak fancy ini malem-malem. Sebelum berangkat gerimis-gerimis dimalam terakhir gue di Yogya, gue riset dulu di Instagram berapa sih harganya, apa sih menunya dan gimana sih komen-komennya. Gue sempet pengen beli yang 8 rasa, cuma karena mupeng liat warna chacha yang super menggoda tapi dimarahin Tyas.

Tyas bilang, "Jir gue udah pernah coba di martabak lain yang banyak rasa gitu, sumpah ih biasa banget malah nyesel!"

Akhirnya kita pun coba Martabak Cream Cheese Oreo dengan adonan Red Velvet seharga promo 60 ribu rupiah. Biasanya 70 ribu.

Sembari menunggu, gue mengamati tempatnya. Di jalan utama pemukiman dengan parkiran yang luas dan nyaman untuk motor dan mobil. Area makannya juga besar dan terang, sesuai dengan kriteria favorit gue. Kalo sama keluarga pun cocok. Kadang orang tua suka gak mau kompromi kan diajak makan makanan gaul? Gak perlu khawatir, karena mereka juga jualan dimsum dan makanan biasa lainnya, yang bisa bikin semua happy.

Harganya terlihat oke, meski gak bisa dibilang murah juga untuk standar Yogya


Begitu dateng... "Anjir kejunya tumpah-tumpah siah! Bentar-bentar, foto-foto dulu!"

Kita baru makan martabaknya setelah 3-4 menit karena sibuk foto-foto saking senengnya. Pas makan...

Gak bisa berhenti senyum dan komen karena martabak ini masuk kategori kedua yaitu Instagrammable dan too good to be true.

Enak banget. Worth mau 70 ribu 80 ribu 100 ribu pun gue masih mau beli. Kalo bisa buka franchise di Seoul, gue mau investasi semua tabungan gue kesitu. (Mulai lebay, tapi seenak itu)

FYI, gue sampe minta bokap bawain martabak ini sebelum beliau balik ke Jakarta keesokan harinya karena gue pake flight siang dan martabak ini belum buka. Sedangkan flight bokap jam 6 sore jadi masih sempet beli martabak. Yes I'd bear the hassle for this freakin' martabak.


Gue gak dibayar untuk bikin post ini tapi gue mau list hal-hal yang gue suka darisini:

  1. Iklan dan taglinenya gak boong. Gue respect banget dengan tempat-tempat seperti ini. Mereka bilang di Instagram kalo kejunya generous, adonan red velvetnya beneran berasa red velvet gak kaya di tempat lain. Itu semua beneran dan bisa dipercaya
  2. Aktif dan responsif di sosial media. Ini penting banget karena udah gak jaman nanya buka jam berapa menunya apa lewat telpon
  3. Memberikan info yang tidak menyesatkan. Banyak yang tanya, apakah kitkat green tea halal dan mereka menjawab dengan baik bahwa memang vague dan kalau tidak yakin, pesan menu lain aja. Gue respect banget dengan jawabannya dan malah males sama komen yang bilang "Yaudah gak usah dijual lagi aja kalo gak halal" Lu pikir yang beli semua mikir halal apa kagak? Jadi orang kok intoleran banget
  4. Ramah. Malam itu gue disambut dengan ramah dan mbak-mbaknya baik pas ditanya apa yang direkomendasikan karena gue first timer yang gak mau menyesal dengan pesenan gue. 
  5. TERIMA FLAZZ! Gue gak perhatiin apakah mereka terima kartu lain juga, rasanya debit BCA pasti terima ya. Ini super berarti buat gue karena gue pecinta pembayaran non-tunai

Setelah bertemu Martabak Premium Pandega ini, rasanya gue gak mimpi lagi jadi intern Cireng Keraton. Bantu nyapu-nyapu disana dibayar pake remah-remah martabak aja seneng kayanya.

Oh iya, buat yang cari menu Martabak Pandega, alamat dan jam buka, nih gue fotoin. Buka mulai jam 4 sore btw.



Summary: Kalo ke Yogya, bakpia boleh lah buat oleh-oleh. Yang buat dimakan dan dinikmati sendiri plus bikin iri orang sih ini aja nih!

P.S: Semua foto no filter

Sunday, September 7, 2014

DESSERT WAREHOUSE Bangkok: LOVE!

Impression awal: DREAM COME TRUE!

Setelah berbulan-bulan ngiler liatin instagramnya Ter, akhirnya bisa beli langsung juga dessert idaman ini. Meski pricey dan fancy, rasanya bener-bener nagih. Patut dan wajib dicoba buat penggemar film komedi Thailand dan penghobi dessert.


Gue lupa berapa harga si mungil oreo dan kitkat ini. Mungkin sekitar 60 Bath. Harga yang lainnya bisa diintip di background foto diatas. Gue sebenernya pengen banget nyobain smoothiesnya tapi sayang, Bath gue udah abis buat beli CD :(



Perlu diingat bahwa ini ukurannya sangat mungil. Kedua hearty dalam foto diatas itu ditaro diatas piring kecil. Huhu, kurang puas.

Bagaimana caranya kesana?
Dateng ke lantai bawah Siam Paragon atau Siam World gue lupa, eksplor lah! Hihihihi. TOKONYA SANGAT KECIL dan bukan store gitu melainkan kaya cuma toko gak permanen ditengah.

Nanya ke orang bakal susah banget karena gak banyak yang tau. Gue rasa nilai marketingnya si Dessert Warehouse ini memang cuma dipemiliknya....

Meski begitu, gue tunggu banget cabangnya di Indonesia. Atau mungkin brand yang asli Indonesia?

Sunday, June 29, 2014

Dynamic Pillow Wassant: Milky Healthy Snack

Toko roti Dynamic mungkin emang gak terlalu menarik desainnya. Gue gak akan belok kalo gue gak liat roti imut lucu yang tampak sedap.

Ternyata itu adalah PILLOW WASSANT. Pillow wassat tersedia dalam beberapa varian rasa tapi gue cuma pernah coba yang coklat. Satu bungkus isi 10 dan harganya sekitar 20.000,- Agak mahal memang, tapi dijamin enak deh! Susunya terasa dan teksturnya lembut, halus serta gak kopong (apa sih Bahasa Indonesianya kopong?)

Dynamic ada di Gandaria City dan beberapa tempat lain di Jakarta Selatan.

Contact 021-4508643/44

Monday, August 19, 2013

Harvest Cakes - Pegawainya Tak Semanis Kuenya


Gue selalu menyukai segala cakes dan dessert yang creamy. Anything, asal ga mengandung buah dan bukan black forest karena itu ada buahnya. Nah ini adalah kisah tentang brand yang dulunya jadi favorit gue.

Jauh sebelum gue kenal dahsyatnya Cafe Sweets, Hong Kong Cafe atau bahkan the very standard cakes of Starbucks, Ibu pulang ke rumah bawa Harvest Cakes Triple Chocolate. Rasanya yang enak, creamy dan perfect membuat gue kagum banget sama kue ini. Dulu cakes itu umumnya roti biasa yang cenderung bolu-based, belum jamannya red velvet atau kue yang harus selalu dingin biar ga meleleh dan berair macem produk Harvest.

Saking enaknya, cakes 20x10cm itu gue habiskan sendirian. Lalala, rasanya orang rumah yang lain cuma makan 3-4 potong.

Nah, minggu berikutnya Ibu kembali bawa Harvest Cakes. Kali ini Tiramisu. Gue sempet bete karena gue ga doyan bubuk pahitnya tapi Ibu bilang "Ih ini enak, coba dulu deh!" dengan terpaksa gue coba... Dan ternyata memang beneran enak banget. Sejak saat itu, gue bahkan menjuluki Harvest Cakes sebagai kue surga. Agak lebay tapi gimana dong, itu kan kejujuran anak SD :p Lagipula rasa produk Harvest memang jauh diatas standard cakes di Indonesia, well lagian Harvest emang bukan standard brand sih. They sell premium cakes. 

Gue mulai penasaran dengan outlet Harvest Cakes. Akhirnya Ibu ngajak gue untuk ke cabang Jl. Sunda, cabang yang selalu dia kunjungi karena dekat dengan kantornya. Gue masih ingat first impression saat gue mengunjungi outlet Harvest. Pegawai yang menyapa dengan ramah diselingi jokes kepada gue dan Ibu. Gue juga kagum dengan berbagai jenis cakes yang ada dan tampak sangat yummy. Sayang seribu sayang, gue ga bisa memilih dengan leluasa karena banyak cakes yang harus buru-buru masuk kulkas. Agak kecewa sih cuma karena rumah jauh di Bogor jadi ga bisa beli ice cream cakes, tapi toh pilihan cakes dengan ketahanan 4jam di luar kulkas cukup memuaskan. 

Hidup gue pun mulai ga bisa lepas dari Harvest. Kalo Ibu nelpon dari kantor dan nanya mau dibeliin apa, pasti gue bilangnya Harvest aja. Belum lagi line Harvest yang baru gue kenal beberapa tahun belakangan sukses bikin gue makin addicted yaitu Vanilla Sable cookies. Akhirnya gue khatam berbagai produk Harvest. Bahkan gue sempet minta Oreo Ice Cream Cakes dari Harvest di hari ulang tahun gue yang ke 10 karena penasaran banget sama rasanya dan gue adalah maniak Oreo tapi ga pernah bisa beli karena again, rumah gue di Bogor dan gue selalu ke outlet Jalan Sunda.

Berkunjung ke Harvest was always nice. WAS. Sampai akhirnya segala good impression itu dihancurkan oleh Harvest Cakes Bogor yang duh, lebih dari menyebalkan. Gue ga cukup puas dengan hanya mengatakan 'pelayanan buruk' setelah berbagai pengalaman yang baik di cabang lain. Semua excitement atas pembukaan cabang baru Harvest yang finally deket rumah gue itu hilang berganti oleh kekesalan tiada akhir.



Itu adalah suasana outlet Harvest Cakes Bogor tanggal 12 Agustus 2013 sekitar pukul 12.00
Tidak ramai. Seriously, puncak keramaian outlet tersebut udah lewat.

Jadi... Sama sekali tidak ada pegawai yang ramah menyapa. Boro-boro nyapa, senyumpun engga dan itu merata alias semua pegawai saat itu di area lantai 1 memberikan kesan jutek yang sama. Dimulai saat gue akan order es krim. Ada mas-mas di belakang etalase es krim tapi dia sangat cuek melihat 3 orang berdiri di depan etalase es krim. Cuek. Gue panggil sekali, jawabnya "Bentar." beberapa menit, belom tampak gue bakal dilayani. Akhirnya gue panggil lagi, baru deh nengok dan itu pun ga langsung take order.

Berlanjut ke kasir... Ini sangat lelet dan jutek. Dia harus ganti roll nota karena saat itu habis dan dia bahkan ga punya cutter. Jadi gue sempet nunggu dia berusaha buka gulungan roll nota tersebut, wasting time. Belum lagi muka tertekuk dan terima kasih yang not even sincere.

Saat gue mau nambah orderan, mas-mas yang bertugas untuk take order di bagian cake sedang berbicara dengan pelanggan lain. However, setelah dia beres dengan pelanggan tersebut, dia tidak langsung mencatat order gue padahal saat itu tidak ada antrian pelanggan maupun fans beliau. Z.

Aa-aa di bagian pengambilan cakes sempet manggil nama yang sama dengan nada bete beberapa kali dan ga ada yang dateng. Ternyata dia manggil gue, dengan ejaan yang salah. Ketika gue datang untuk mengambil 1 slice Red Velvet gue, dia dan gue jadi sama-sama bete, galak + jutek. Yuk bete-betean, om! Pasang soundtrack Bete-nya Manis Manja sekalian.

Gue lalu kembali duduk menunggu cakes orderan yang tersisa (1 Triple Chocolate biggest size - size berapa tuh, gue lupa) yang sangat lama karena ternyata orderannya sempat salah wording atau gimana, entah. Ibu gue sampe ga tahan dan marah. Sambil menunggu, gue pun menulis ke Twitter dan contact resmi di website Harvest Cakes. I got my tweets replied from their online team but there's no follow up from the related outlet. I expect nothing but from the way they treat their customers, I can see that they just want to sell products. High quality products, fullstop.

There's no commitment nor willingness to take care of their service quality. Gue ga bisa directly judge satu persatu karena mungkin si mbak kasir capek belum libur lebaran sama keluarga, si mas es krim lagi kepanasan meski berdiri deket-deket es krim, lalu akang bagian cakes lagi bete karena pelanggan banyak nanya atau aa yang di station tempat pengambilan order deket macarons bete ditanya-tanya pelanggan yang berapi-api mulu karena orderannya lama dateng. Tapi is that the right excuse to not prioritize the satisfaction of your customers? Bahkan meski mereka bergerak bukan di bidang jasa.

Dengan begini, cerita manis gue tentang kue surga berakhir. Karena siapa yang mau sih beli kue yang meski rasanya surgawi kalo yang jaga macem satpam pintu neraka?