Pages

Showing posts with label Yogyakarta. Show all posts
Showing posts with label Yogyakarta. Show all posts

Thursday, December 24, 2015

Martabak Pandega, Must Try Yogya


Out of so many interesting foods that I tried in Yogya, I would strongly recommend Martabak Premium Pandega.

Gue udah sering liat hype martabak warna warni di Path dan Instagram dan gue punya hipotesis bahwa Martabak yang Instagrammable itu antara cantik tapi rasanya aneh biasa banget, atau cantik dan too good to be true. Yang cantik tapi biasa itu adalah pengalaman dan testimoni dari SNS sedangkan hipotesis kedua diambil karena ada temen-temen gue yang bolak-balik ke tempat yang sama. Berarti gak kapok dong?

Anyway, gue gak pernah gak kenyang di Yogya tapi gue tetep maksain buat beli martabak fancy ini malem-malem. Sebelum berangkat gerimis-gerimis dimalam terakhir gue di Yogya, gue riset dulu di Instagram berapa sih harganya, apa sih menunya dan gimana sih komen-komennya. Gue sempet pengen beli yang 8 rasa, cuma karena mupeng liat warna chacha yang super menggoda tapi dimarahin Tyas.

Tyas bilang, "Jir gue udah pernah coba di martabak lain yang banyak rasa gitu, sumpah ih biasa banget malah nyesel!"

Akhirnya kita pun coba Martabak Cream Cheese Oreo dengan adonan Red Velvet seharga promo 60 ribu rupiah. Biasanya 70 ribu.

Sembari menunggu, gue mengamati tempatnya. Di jalan utama pemukiman dengan parkiran yang luas dan nyaman untuk motor dan mobil. Area makannya juga besar dan terang, sesuai dengan kriteria favorit gue. Kalo sama keluarga pun cocok. Kadang orang tua suka gak mau kompromi kan diajak makan makanan gaul? Gak perlu khawatir, karena mereka juga jualan dimsum dan makanan biasa lainnya, yang bisa bikin semua happy.

Harganya terlihat oke, meski gak bisa dibilang murah juga untuk standar Yogya


Begitu dateng... "Anjir kejunya tumpah-tumpah siah! Bentar-bentar, foto-foto dulu!"

Kita baru makan martabaknya setelah 3-4 menit karena sibuk foto-foto saking senengnya. Pas makan...

Gak bisa berhenti senyum dan komen karena martabak ini masuk kategori kedua yaitu Instagrammable dan too good to be true.

Enak banget. Worth mau 70 ribu 80 ribu 100 ribu pun gue masih mau beli. Kalo bisa buka franchise di Seoul, gue mau investasi semua tabungan gue kesitu. (Mulai lebay, tapi seenak itu)

FYI, gue sampe minta bokap bawain martabak ini sebelum beliau balik ke Jakarta keesokan harinya karena gue pake flight siang dan martabak ini belum buka. Sedangkan flight bokap jam 6 sore jadi masih sempet beli martabak. Yes I'd bear the hassle for this freakin' martabak.


Gue gak dibayar untuk bikin post ini tapi gue mau list hal-hal yang gue suka darisini:

  1. Iklan dan taglinenya gak boong. Gue respect banget dengan tempat-tempat seperti ini. Mereka bilang di Instagram kalo kejunya generous, adonan red velvetnya beneran berasa red velvet gak kaya di tempat lain. Itu semua beneran dan bisa dipercaya
  2. Aktif dan responsif di sosial media. Ini penting banget karena udah gak jaman nanya buka jam berapa menunya apa lewat telpon
  3. Memberikan info yang tidak menyesatkan. Banyak yang tanya, apakah kitkat green tea halal dan mereka menjawab dengan baik bahwa memang vague dan kalau tidak yakin, pesan menu lain aja. Gue respect banget dengan jawabannya dan malah males sama komen yang bilang "Yaudah gak usah dijual lagi aja kalo gak halal" Lu pikir yang beli semua mikir halal apa kagak? Jadi orang kok intoleran banget
  4. Ramah. Malam itu gue disambut dengan ramah dan mbak-mbaknya baik pas ditanya apa yang direkomendasikan karena gue first timer yang gak mau menyesal dengan pesenan gue. 
  5. TERIMA FLAZZ! Gue gak perhatiin apakah mereka terima kartu lain juga, rasanya debit BCA pasti terima ya. Ini super berarti buat gue karena gue pecinta pembayaran non-tunai

Setelah bertemu Martabak Premium Pandega ini, rasanya gue gak mimpi lagi jadi intern Cireng Keraton. Bantu nyapu-nyapu disana dibayar pake remah-remah martabak aja seneng kayanya.

Oh iya, buat yang cari menu Martabak Pandega, alamat dan jam buka, nih gue fotoin. Buka mulai jam 4 sore btw.



Summary: Kalo ke Yogya, bakpia boleh lah buat oleh-oleh. Yang buat dimakan dan dinikmati sendiri plus bikin iri orang sih ini aja nih!

P.S: Semua foto no filter

Monday, March 17, 2014

Handayani: Banyak Pilihan, Harga Berteman


Gue baru nemu tempat makan enak di Yogyakarta. Rumah makan enak buat makan loh ya, bukan buat nongkrong. Namanya Resto Handayani dari Surabaya. Letaknya ada di Jalan Solo dan jam buka Handayani sangatlah oke buat yang kelaperan dan baru mendarat malem-malem di Yogyakarta sedangkan restoran lain udah tutup (that's how I found it).

Resto ini punya parkiran memadai dan pegawai yang ramah, itu first impression gue.
Tempatnya terlihat gak terlalu besar tapi ternyata lumayan juga loh, ada ruangan ber-AC di bagian dalam dan kamar mandinya sangat bersih. Cocok untuk kumpul keluarga.

Ada live music juga kalo malem-malem (saat itu Jumat malem).

Menu makanannya variatif banget! Sampe susah milih deh saking terlihat enak semua. Makanan Indonesia dan fusion Cina kaya seafood mayonnaise lengkap disini. Minumannya juga terbilang nikmat dan segar.

Harganya? Woohoo, seperti kebanyakan tempat di Yogyakarta, harganya cukup terjangkau buat kantong warga Jakarta. Mungkin kalau bagi warga terasa agak mahal ya, tapi worth kok sama dining experience-nya.

Yang gue inget banget kepiting dihargai Rp 45.000 sudah termasuk pajak dsb.

Kepiting Selimut Salju

Free kacang saat menunggu menu, tapi kedua kali engga sih

Tahu Telor
Rasanya enak loh! Khas dan bikin kangen karena harganya yang bersahabat.

Alhasil sekarang gue selalu makan di Handayani setiap ke Yogyakarta. Yeaaay!


Restoran Handayani Yogyakarta
Alamat : Jl. Adi Sucipto No 48-B
Telp 0274-488000