Pages

Monday, August 3, 2015

A (Hot) Day in Jeonju

Jeonju was a city that I had never heard of. I just said "yes!" to the sudden trip because it was free (thanks to the shuttle bus from the Jeollabukdo government!) and it was on the weekend. Otherwise, I'd think hundreds of excuses and considerations before going haha.

So the process started by reserving ticket of the shuttle bus. My trip was organized by the Association of Indonesian Students in Korea so someone took care of the ticket. But in case you want to check the Seoul-Jeonju shuttle bus, it's super easy. Just head to shuttle.dongbotravel.com and sign up. Then you can choose the date you want to go. Available for one way or two way trip. Remember to go on weekends before December 27, 2015 to save money for bus ticket! :)))

Things to remember: bring your ticket and passport!

August 2, 2015. We departed from Seoul at 8 AM sharp and reached Jeonju around 11 AM. We walked from the bus stop to the famous Jeonju Hanok Village complex. 

Jeonju saying "Welcome" for us

We were greeted by the bridge that connect us to the beginning of the Hanok Village complex.
group of the day -  PERPIKA Seoul 

The design of the shops and bridge around instantly tell visitors that they are indeed built based on Korean traditional architectures.

one of the alley

I enjoyed walking around the area despite the almost unbearable summer heat. It felt like my hottest summer day ever in Korea.

I spotted many interesting buildings while walking down the road to the Jeongdang Cathedral - which was one of the highlight of the Jeonju Hanok Village.

Cathedral

Because everytime I found Cathedral Church, I feel so nostalgic of my fantastic high school era.

I really wished I could stay a bit longer at the Cathedral area but we were rushed to get to the lunch place which located near the Jungang Cathedral - only 2 stops away. Initially, we wanted to have buffet lunch, only to discover that the restaurant is closed on Sunday. So we came up with idea of having lunch at Save Zone food court, which was a good idea. The B1 food court have adequate choices of Korean set food and reasonable price, starting from 5000 won. I liked my HemulDopBab or Seafood Mixed Rice that worth my 6000 won :D

quite market on Sunday, near Jungang Cathedral
barely saw anyone
After slow lunch (an effort to cool down ourselves from the burning heat outside), we rode the same bus back to Hanok Village complex and snapped more pictures.

Korean-style architecture

reminds me of alleys in Bali
While some people were sightseeing, I managed to queue for Jeonju's famous PNB Chocopie, as recommended by the people. 1 choco pie costs 1,600 and white choco pie is more expensive, 2,000 won each. I was clueless about the taste, choices or price so when I got to the first line, I just quickly chose 1 pack of 5 choco pies and 5 white choco pies for 18,000 won. There is no discount even if you buy the whole stock of the store.

the famous Jeonju Choco Pie from PNB
So the pie contains a trace of nuts and its filled with whip cream and strawberry (or another berry) jam. It was tasty and worth queuing!

What I like the most: quite long expiry date (9 days). Long enough to carry this back to my hometown, although I am sure I won't do that.
Texture of the white choco pie

After that, we went inside the palace that I couldn't remember the name. It costs 3000 won for adult. It was just a typical Korean palaces. What I love the most from the palace is the Royal Potrait Museum because it was really cool inside (literally, the aircon) and the exhibits were really cute. The exhibition halls are located in the first floor and B1. I couldn't enjoy the 1st floor hall as it was too packed and too hot but I totally love the space in the B1 floor as it was well-ventilated, bright and spacious.

Credit: Mas Ali

Credit: Mas Ali 
See, they're not just a boring figurines.

Done with the museum, we walked back to the bridge while eating various snack. I bought 500ml cheese yogurt from 임실앤치즈 for 5000 won and fell in love with it. My senior bought cheese satay (sounds weird, right?) from the same stall and was really satisfied. My friend bought himself Ojingo and kept talking on how delicious it was.

see the green scenery behind
We ended our walk by going back to the bridge and snapped (more) selfies before walking back to the bus departure point. Passengers started to fall asleep as soon as the bus left Jeonju. I guess everyone was drained due to the unexpected heat that day. We reached Gyeongbokgung area around 8.20 PM.

It was a truly memorable one day getaway to Jeonju, spent with dear friends and Indonesian students family in Korea. Worth my time and sweats (can't get over the heat) hahaha. I really appreciate the complimentary shuttle bus and I think such program is a very effective way to bring visitors to Jeonju. I even discussed it with my friend that Indonesia's provincial government should learn the concept and adopt it. I didn't get to see much in a day but I'd love to explore more of Jeonju with the free shuttle bus in the near future!

Sunday, September 7, 2014

DESSERT WAREHOUSE Bangkok: LOVE!

Impression awal: DREAM COME TRUE!

Setelah berbulan-bulan ngiler liatin instagramnya Ter, akhirnya bisa beli langsung juga dessert idaman ini. Meski pricey dan fancy, rasanya bener-bener nagih. Patut dan wajib dicoba buat penggemar film komedi Thailand dan penghobi dessert.


Gue lupa berapa harga si mungil oreo dan kitkat ini. Mungkin sekitar 60 Bath. Harga yang lainnya bisa diintip di background foto diatas. Gue sebenernya pengen banget nyobain smoothiesnya tapi sayang, Bath gue udah abis buat beli CD :(



Perlu diingat bahwa ini ukurannya sangat mungil. Kedua hearty dalam foto diatas itu ditaro diatas piring kecil. Huhu, kurang puas.

Bagaimana caranya kesana?
Dateng ke lantai bawah Siam Paragon atau Siam World gue lupa, eksplor lah! Hihihihi. TOKONYA SANGAT KECIL dan bukan store gitu melainkan kaya cuma toko gak permanen ditengah.

Nanya ke orang bakal susah banget karena gak banyak yang tau. Gue rasa nilai marketingnya si Dessert Warehouse ini memang cuma dipemiliknya....

Meski begitu, gue tunggu banget cabangnya di Indonesia. Atau mungkin brand yang asli Indonesia?

Sunday, June 29, 2014

Peppino: Bukan Untuk Keluarga

Bukannya gue mau creepy atau gimana tapi atmosfirnya memang sangat 'bar' meskipun mereka punya paket Ramadhan yang super top.

Peppino House adalah resto, cafe dan bar yang baru dibuka tanggal 1 Juni dan berlokasi di Jl. Paledang No 41 Bogor atau persisnya sebelah Dinas PU, seberang jembatan dekat Gumati. Sebelum bertransformasi jadi Peppino, bangunan ini adalah rumah lama yang berkali-kali ganti penyewa tapi gak ada yang laku. Gue hapal banget semua informasi ini karena Peppino cuma berjarak 1 bangunan dari SD gue muahaha.


Salah satu sudut di lantai 1 belakang
Kesan pertama, wah gelap ya! Tangganya tinggi-tinggi pula.
Tidak ada tempat makan di lantai 1 bagian depan karena digunakan untuk dapur dan reception, I guess.

Lalu gue dan Ibu pun naik ke lantai satu setengah dan langsung menuju ke lantai satu bagian belakang untuk ke musholla. Di area yang cukup 'tersembunyi' lah identitas asli Peppino tersajikan. Hip banget buat jadi bar!


instagram makes me an artsy

Selagi nunggu Ibu sholat, gue foto beberapa sudut di bagian belakang ini.


Ada beberapa pajangan menarik mengenai beer. Muahaha, berasa Jerman.

Sudut paling belakang terlihat cukup comfy dan ada gudang untuk menyimpan alat musik di sebelah musholla.

pasta udang dan dream shake

Bagaimana untuk makanannya? TOP!
I LOVEEEE THEIR PASTA! I LOOVE THEIR DREAM SHAKE

dream shake!

goddess

Harga dream shake Rp 28.000 belum pajak dan pastanya sekitar 45ribu juga belum termasuk pajak.

Ibu sendiri memesan nasi bakar tuna + ice tea + soup + dessert yang ada dalam paket bukber 3 khusus Ramadhan.

Paket ini super banget karena soupnya full size dan dessertnya pun bukan puding kecil saemprit tapi 1 pancake kurma dan ice cream! Yeay, paket bukan berarti murahan!


Kita cuma bisa milih soup sih sedangkan untuk dessert ditentukan mereka. Gue gatau apakah menu dessert diganti daily atau tetap. Harga paket ini cukup Rp 38.000 saja belum termasuk pajak.


So, Peppino bukan untuk family dan belum untuk party karena masih Ramadhan. Tapi buat anak muda yang cari venue buat sweet seventeenan dengan harga super dan tempat hip, rasanya Peppino cocok banget!


Dynamic Pillow Wassant: Milky Healthy Snack

Toko roti Dynamic mungkin emang gak terlalu menarik desainnya. Gue gak akan belok kalo gue gak liat roti imut lucu yang tampak sedap.

Ternyata itu adalah PILLOW WASSANT. Pillow wassat tersedia dalam beberapa varian rasa tapi gue cuma pernah coba yang coklat. Satu bungkus isi 10 dan harganya sekitar 20.000,- Agak mahal memang, tapi dijamin enak deh! Susunya terasa dan teksturnya lembut, halus serta gak kopong (apa sih Bahasa Indonesianya kopong?)

Dynamic ada di Gandaria City dan beberapa tempat lain di Jakarta Selatan.

Contact 021-4508643/44

Monday, May 5, 2014

Pizza Hut Delivery: Responsif dan Memuaskan!

Ini adalah post yang dibuat berdasarkan pengalaman order lebih dari 10x baik delivery maupun dine in PHD di cabang Jl. Sholeh Iskandar Bogor.

PHD punya menu yang variatif dan website yang responsif.
Meski cukup kecewa karena tidak ada pasta ayam, tapi PHD punya Chicarbonara yang sangat sesuai dengan diet gue yaitu tanpa daging merah dan gak doyan ikan.

Harga di PHD memang terus menerus mengalami penyesuaian so untuk yang ingin mengetahui harga lengkap dan terkini dari Pizza Hut Delivery Indonesia, silahkan menuju ke phd.co.id
'
Order dari website juga menjadi jawaban manusia-manusia gak punya pulsa yang ada di area antar PHD hahaha. Cukup cepat dan bisa diakses dari mobile meski belum ada website mobile-friendly.

Untuk pengalaman spesifik, ada banyak pengalaman aneh. Dari mulai dine in dengan menu yang ready dalam 4 menit (padahal itu pizza dan pasta), orderan yang kacau tampilannya, kurang matang, terlalu matang, tertukar orderan pizza dan telat sampai. Tapi selalu berakhir memuaskan dengan complaint management yang memuaskan. Cukup tweet, mereka akan kontak langsung untuk follow up lebih lanjut. Atau telpon cabang PHD tempat mengorder dan mereka akan langsung tindak lanjuti dengan kupon free pizza reguler yang berlaku sebulan untuk pembelian berikutnya, yeay! Selain itu, orderan yang bermasalah juga diganti, setidaknya itu yang terjadi di PHD Sholeh Iskandar.

Rasanya pengalaman order PHD sesuai dengan apa yang kita bayarkan. Yeay!

PS: Cara tercepat order PHD adalah dengan menelepon cabang yang bersangkutan. Gue hapal nomor telpon PHD Sholeh Iskandar Bogor yaitu 0251-8343030

Monday, March 17, 2014

Handayani: Banyak Pilihan, Harga Berteman


Gue baru nemu tempat makan enak di Yogyakarta. Rumah makan enak buat makan loh ya, bukan buat nongkrong. Namanya Resto Handayani dari Surabaya. Letaknya ada di Jalan Solo dan jam buka Handayani sangatlah oke buat yang kelaperan dan baru mendarat malem-malem di Yogyakarta sedangkan restoran lain udah tutup (that's how I found it).

Resto ini punya parkiran memadai dan pegawai yang ramah, itu first impression gue.
Tempatnya terlihat gak terlalu besar tapi ternyata lumayan juga loh, ada ruangan ber-AC di bagian dalam dan kamar mandinya sangat bersih. Cocok untuk kumpul keluarga.

Ada live music juga kalo malem-malem (saat itu Jumat malem).

Menu makanannya variatif banget! Sampe susah milih deh saking terlihat enak semua. Makanan Indonesia dan fusion Cina kaya seafood mayonnaise lengkap disini. Minumannya juga terbilang nikmat dan segar.

Harganya? Woohoo, seperti kebanyakan tempat di Yogyakarta, harganya cukup terjangkau buat kantong warga Jakarta. Mungkin kalau bagi warga terasa agak mahal ya, tapi worth kok sama dining experience-nya.

Yang gue inget banget kepiting dihargai Rp 45.000 sudah termasuk pajak dsb.

Kepiting Selimut Salju

Free kacang saat menunggu menu, tapi kedua kali engga sih

Tahu Telor
Rasanya enak loh! Khas dan bikin kangen karena harganya yang bersahabat.

Alhasil sekarang gue selalu makan di Handayani setiap ke Yogyakarta. Yeaaay!


Restoran Handayani Yogyakarta
Alamat : Jl. Adi Sucipto No 48-B
Telp 0274-488000

Lotteria Indonesia : Pelit Minum!

Kunjungan ke Lotteria memang gak pernah fantastik. Rasanya standar meski inovasinya patut dihargai.

Jumat 14/3/2014, gue nongkrong di Lotteria @ Lotte Wholesale Bogor setelah udah lama banget gak ke Lotteria (kecuali sekedar beli es krim di foodcourt Ekalokasari Plaza).

Lotteria Special Combo kini harganya udah naik jadi Rp 34.000
Well, gapapa sih karena lebih enak dan daging ayam filletnya lebih berasa.

Tapi saat mendapatkan Ice Choco, gue jadi teringat lagi kenapa gue JARANG ke Lotteria.


Minuman yang tidak murah ini (dibandingkan dengan resto fast food ayam sebelah) gak punya keistimewaan apapun. Malah kurang banget, masa gak penuh cuma karena minta gak pake es?!


Ada yang punya insight berapa keuntungan Lotteria yang akan hilang kalau Lotteria mengisi penuh cup minuman yang dijual tanpa es batu? Ini sudah ketiga kalinya loh gue mengalami hal yang sama, semua untuk Ice Choco. Gue kira memang hanya kebetulan, tapi sepertinya ini jadi SOP Lotteria... Atau?

Kekesalan yang memuncak itu ditambah lagi dengan playlist store yang ternyata itu-itu aja. Crayon Pop - Bar Bar Bar yang memekakkan telinga 3x diputar. Padahal dulu gue kira Lotteria menawarkan Korean experience, dimana saat baru buka di Ekalokasari, Store memutar DVD Konser Super Junior atau SNSD yang durasinya panjang, sehingga gak akan pengunjung merasa bosan karena lagu yang diulang-ulang.

Lotteria mungkin masih harus menyesuaikan lagi dengan pasar. Atau pelanggan yang harus mengikuti tradisinya?