Pages

Thursday, January 12, 2017

Rumah untuk Generasi Muda

Sejak gue nulis seri Korea Public Sign, gue baru sadar ternyata Seoul (atau Korea) punya banyak banget iklan layanan publik dan isinya seru-seru. Kemaren gue nemuin ini, dan sejujurnya, gue ga gitu paham isinya apa selain policy untuk anak muda.

Cuma ukurannya terlalu gede buat dilewatkan.

Ada kata anak muda, jadi somehow tertarik
Baru gue terjemahin, ternyata ini policy perumahan terbaru untuk bantu anak muda bisa dapet rumah di deket stasiun subway dengan harga yang masuk akal. Gila, sebenernya gue gapaham juga kenapa perlu policy kaya gini.

Sebagai background, di Korea emang ada trend lebih banyak orang yang keluar alias pindah dari Seoul daripada yang masuk Seoul. Ini dikarenakan sewa rumah di Seoul yang gamasuk diakal. Mahal banget terus tahun lalu gue sempet baca, anggap lo nabung 100% gaji rata-rata lu buat beli rumah, ga ada keluar uang buat makan, transport atau apapun, baru bisa beli rumah di Seoul setelah 12 tahunan.

Astaga kalo nikah, anak udah SMP lagi...

Kos-kosan gajauh beda. Kamar di sekitar univ gue rata-rata sebulan 500 ribuan alias 6 jutaan sebulan. Sedangkan di Indonesia, itu gaji fresh graduate di kota-kota pulau Jawa. Makan apa? Transport gimana?

Alhasil banyak orang yang bela-belain tinggal jauh dari kantor atau sekolah, demi cari yang lebih murah. Cuma ini kan ga sehat dan buang-buang waktu, jadi capek dijalan. Gue di Bogor tinggal 30 menit dari sekolah dan naik angkot tinggal duduk dari depan rumah sampe depan sekolah aja masih pengen sekolah yang ada di depan komplek... 


Katanya, ini ditujukan buat mahasiswa, orang-orang yang baru masuk ke society (ini agak awkward dibahasa Indoin, tapi maksudnya generasi yang baru tau dunia setelah seumur hidup sekolah doang) dan pasangan yang baru nikah. Intinya adalah pengembangan perumahan murah yang bagus (re:layak) buat dihuni.

Kapan nih? Sayangnya gak sekarang... Ini program buat tahun 2030...
Dibanding sad, gue lebih tertarik sama line kecil kedua dibawahnya. Pemerintah Seoul mau ngembangin budaya carsharing (bukan ridesharing kaya Uber ya! Gue baru belajar nih!), jadi di perumahan itu nanti targetnya ga ada mobil. Mereka mau ngembangin ekonomi daerah lewat komunitas anak muda. Menarik juga.

Selain itu, disebut juga kalo bakal ada kemudahan atau deregulasi buat pelaku bisnis atau entrepreneur muda sebagai part dari benefit policy ini. Wey, rada jauh.


Nah, pusing kan kalo ngomongin policy secara teknis. Mending ngomongin impact yang diharapkan.

Si mbak yang pertama bilang, karena beban sewa rumah berkurang, jadi bisa fokus belajar.
Mas kedua bilang, karena rumah deket stasiun, berangkat dan pulang kerja jadi nyaman.
Pasangan yang terakhir bilang, di Seoul bisa mulai atau bangun 'My Home' tanpa beban.

Pengen tinggal di Seoul? Pikir lagi.

No comments:

Post a Comment